Kegiatan monitoring adalah salah satu kegiatan rutin  Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman kota Sawahunto. Monitoring ini dilaksanakan dengan  Peninjauan terhadap cagar budaya baik situs, bangunan, benda, struktur dan kawasan cagar budaya yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan di Kota Sawahlunto.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah mengetahui dan mengumpulkan data keterawatan benda, bangunan,struktur, kawasan dan situs cagar budaya yang ada di Kota Sawahlunto serta memberikan edukasi mengenai pelestarian cagar budaya yang mereka miliki/kelola. Hingga Tahun 2021 tercatat sebanyak 153 cagar budaya yang telah ditetapkan oleh Walikota Sawahlunto.

Tahapan yang dilakukan dalam monitoring ini adalah pengidentifikasian kerusakan yang dilakukan pemberian rekomendasi, buku panduan serta aturan cagar budaya yang berlaku. Selain itu monitoring juga dilaksanakan secara insidentil yaitu apabila ditemukan cagar budaya yang dikelola tidak sesuai dengan asas pelestarian atau apabila ada pemilik / pengelola yang ingin melakukan perubahan pada cagar budaya mereka.

Bangunan, benda, struktur , situs dan kawasan cagar Budaya memerlukan perlakuan khusus dalam pengelolaannya terutama yang sifatnya merubah bentuk bangunan, benda, struktur , kawasan cagar budaya tersebut. Oleh karena itu maka perlu dilakukan monitoring secara berkala agar perubahan – perubahan tersebut dapat tercatat dan terlaksana sesuai asas pelestarian. Monitoring rutin dilaksanakan 2 kali dalam seminggu dengan desa / kelurahan yang berbeda – beda setiap minggunya.

( V.O.S )